Showing posts with label falling in love is stupid. Show all posts
Showing posts with label falling in love is stupid. Show all posts

Apr 4, 2014

Satu Tahun

Dear you,

Nggak terasa ya, kita baru sudah setahun bersama. Dua belas bulan itu bisa dilihat sebagai waktu yang lama, tapi sebenarnya hanya sebuah permulaan. Mungkin usia kebersamaan kita baru satu tahun, tapi rasanya dalam satu tahun ini, sudah banyaaaak sekali yang terjadi ya?

Looking back, kita sepertinya sudah ditempa krisis sekitar 1 bulan setelah jadi. tiga bulan berikutnya juga lumayan up and down. Sepertinya 'honeymoon phase' kita malah banyak banget cobaannya. And sometimes it made me think, man, baru sekarang udah kayak gini, nantinya gimana ya?

Tapi, di sisi lain aku juga bisa bilang; hey we got through those shits. Kita pasti bisa juga menghadapi kerikil, batu sandungan or whatever life is going to throw us. Right? Or that's what I choose to believe anyway.

So. Yeah, tanpa bermaksud mendahului Tuhan, mari kita tidak pesimis dan berharap akan ada lagi anniversary-anniversary berikutnya buat kita, bukan lagi 'monthlyversary', as I like to dub it :D

Happy first Anniversary!



Feb 2, 2014

Nonverbal Reply



Hei kamu,
Sebenarnya aku nggak rencana menulis surat kedua ini untuk kamu lagi. Tapi apa daya, inspirasi mampet, dan kamu hari ini pakai tetiba muncul di depan rumah tanpa bilang-bilang.

Hei kamu,
Thanks for dealing with my drama for the past week.Memang beberapa hari ini aku sedang ekstra-sensitif. And I bite when I feel hurt. And I bite hard. But thanks for putting up with me anyways.

Pagi ini aku cuma mengharapkan telepon aja kok, tapi ternyata kamu malah muncul di depan rumah, nggak bilang-bilang, di saat aku belum mandi pula. Yang aku pikirkan saat aku melihatmu di depan pagar, mungkin seputar nggak percaya kamu betul-betul datang. I mean, you said it yourself, you weren't a romantic guy, you couldn't even use 'aku-kamu' up to now when we're into our 10th month.

But I think you have it in you.

Thanks for coming today. Walaupun kamu habis jatuh dari motor tiga hari lalu dan masih lecet-lecet. Walaupun kakimu masih sedikit sakit untuk berjalan. Walaupun mama kamu akan ngomel besok pagi karena kamu sudah naik motor lagi...

Thanks for still wanting to hug me, walaupun aku belum mandi, muka dan rambut masih acak-acakan, dan nggak sewangi biasanya.

Thanks for bringing me heart-shaped chocolates, walaupun kamu nggak ngomong apapun tentang suratku semalam.

Thanks for your nonverbal reply :)


Tangerang, 2 Februari 2014
12:31 AM
Ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta 
Dan untuk kamu, tapi kali ini aku gak akan kasih link ke surat ini ya.
Maaf bahasanya campur-campur :D

Feb 1, 2014

Karena Aku Perempuan




Karena aku perempuan,
Aku perasa. Aku berpikir jauh dan panjang.
Aku cemas, cemburu, bahkan pada pikiranku sendiri.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku kena PMS. Aku overthinking dan (sering kau bilang) ovary-acting.
Aku takut kehilangan. Khawatir dengan hal-hal yang kau anggap tidak penting.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Hatiku bereaksi lebih cepat dari otak.
Perasaanku lebih gesit ketimbang logika.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku ingin dimanja dan disayang.
Ditelepon tanpa alasan.
Digandeng saat berjalan.
Dan segala tetek-bengek yang kau anggap merepotkan.

Tapi, kamu jangan kapok ya.
Jangan kesal atau marah terlalu lama.
Jangan biarkan rasaku--
marah, takut, kesal, sakit.
--bertumpuk dan menjadi dinding diantara kita.

Ingatkan aku akan keegoisanku.
Ingatkan aku khawatirku tak beralasan.
Ingatkan aku untuk mendukungmu dan menyayangimu.
Ingatkan aku bahwa kamu menyayangi aku.

Karena aku perempuan
Yang sedang jatuh cinta.



Tangerang, 1 Februari 2014
1:28 AM.
...dan untuk kamu.