Showing posts with label #30harimenulissuratcinta. Show all posts
Showing posts with label #30harimenulissuratcinta. Show all posts

Feb 12, 2014

Buat Temen Pulang Sehabis Pacaran

Dear Riki,

Kita melepas masa jomblo hampir bebarengan, ya. Gue duluan dan lo nyusul sekitar 3 minggu kemudian. Kita (akhirnya) jadian sama gebetan masing-masing yang sudah di-pedekatein sejak lamaaa (apalagi gue :p) di bulan April yah, walau dengan gaya berbeda. Gue dengan segala rupa drama ala komik cewek dan lo dengan segala kemanisan komik ceweknya :p (walaupun rencana lo nembak si gadis idaman di ferris wheel harus gagal karena taman hiburannya belum punya ferris wheel. Bahahaha).

Gue bersyukur aja pacar lo Isu ya, yang mana juga adalah virtual sister gue, jadi ga akan jealous sama gue kalau gue masih sering bareng-bareng dan minta anter sama lo :D. Anyways, inget gak, pas awal-awal kita baru jadian (sama pacar masing-masing), lo sempet komen "Kita udah gak jomblo ya, tapi tetep aja pulangnya bareng juga."

Inget gak, waktu itu pernah, gue lagi bete sama cowo gue dan dengan semena-menanya, begitu denger lo mau ketemuan sama Isu, gue langsung minta ikut? Udah gitu minta lo jemput pula di stasiun hahah... Terus untuk menambah keapesan, keretanya pake delay segala, jadi akhirnya lo kudu nungguin gue sejam lebih di stasiun Palmerah, padahal janjian sama Isu harusnya ya jam-jam itu. Dan amazingly kalian berdua gak bete walaupun date-nya telat, digangguin pula :">

Sabtu lalu abis wisudaan Isu, setelah lo nganter gue ke rumah pacar buat ngambil titipan terus nganter gue pulang ke rumah,  (dan kita muncul di rumah pacar gue, dengan setelan jas dan dress, kayak abis nge-date darimana gitu. Nyokap si pacar kira-kira bertanya-tanya gak ya, apalagi gue pulang lagi sama elo xD;) lo komen lagi, "Beneran deh, yang satu pacaran sama siapa, satunya sama siapa, pulangnya sama siapa."

Mungkin memang sudah takdir kita jadi teman pulang sehabis pacaran. Atau lebih tepatnya, udah nasib elo masih kudu nganter-nganter gue walau udah sama-sama gak jomblo lagi =))

Sebenernya kalau diinget-inget, pertemanan kita agak "telat" ya. Pertama kenal, kita sekelas di kelas 2 SMA, tahun 2003 ya, tapi waktu itu jarang ngobrol. Sesekali pinjem-pinjeman komik (sekarang masih jaman gak sih bawa komik ke sekolah?) tapi that's all yah? Pas kelas tiga gak sekelas lagi, cuma kadang-kadang masih pinjem-pinjeman komik atau buku. Kita pernah beneran ngobrol gak ya waktu SMA? 

Setelah lulus, sepertinya kita nggak terlalu keep in touch yah. Mungkin sekali-dua kali ketemu di acara reuni atau nikahan temen SMA. Terakhir ketemu sebelum lo officially jadi sopir gue kita jadi sering ketemu dan ngobrol mungkin di nikahan di Ciledug dan waktu itu lo masih sama si Mantan yah. ;p

Jujur aja gue nggak gitu inget sejak kapan kita jadi sering main bareng, dan akhirnya jadi sering curhat, hahaha... Nggak nyangka juga kita suatu hari bakal deket. Tapi walaupun 'telat', I'm glad we're good friends now (dan calon ipar virtual #apaseh :p). Mungkin memang 'birds of the same feather stick together' itu bener. Kita sesama makhluk baby face pada akhirnya saling mendekat juga, hahaha...

Ah, udah deh, gak tau mau nulis apaan lagi. Maaf ya kalau suratnya gak jelas, karena ditulis sambil multitasking ngelembur di tengah malam dingin ;p

Anyways, thanks ya Ki, untuk sesi curhat yang sudah gak terhitung. Makasih untuk insight-insight dari sisi cowok introvert yang sangat membantu gue, juga untuk jasa antar-jemput bahkan dari rumah pacar, hahaha. Kita masih akan jadi teman pulang sehabis pacaran dan teman untuk saling pukpuk saat dibutuhkan nih, so. Yoroshiku onegaishimasu! :D


P.S. Thanks juga sudah jadi bahan eksperimen gue dengan peralatan makeup. Walau otodidak, sepertinya hobi yang satu ini bisa diberdayakan, hahaha~!


Cheers!
Teman yang Masih Harus Kau Antar Pulang Sehabis Pacaran





Feb 3, 2014

(Still Trying To) Love Monday


"I hate Monday!"

Sudah berapa kali kau dengar pernyataan itu, hei Senin? Sakit hatikah kau karena begitu banyak orang mengkambing hitamkan dirimu untuk segala beban dan tantangan yang harus mereka hadapi dengan kehadiranmu?

Memang mungkin banyak yang tidak menyukai kehadiranmu, Senin. Orang-orang yang terjebak pada rutinitas sehari-hari. Entah itu sekolah, kuliah, kerja... Mereka--ah, tidak, kami--seringkali merasa terintimidasi oleh kedatanganmu.

Aku pun demikian, Senin. Sampai saat ini pun, aku masih sering tidak antusias menyambut kedatanganmu. Maaf ya.

Tapi tahukah kamu, Senin? Banyak orang yang memaknaimu sebagai awal yang baru. Karena kau adalah hari pertama dalam satu minggu, banyak hal penting ditandai dengan kehadiranmu. Aku pun memiliki momen-momen dimana aku sangat menantikanmu, Senin. Saat dimana aku dengan harap-harap cemas menunggu untuk menyambutmu, dan menyambut awal baruku.

Hei, Senin, aku belum bisa mengatakan aku mencintaimu. Bahkan terlalu cepat jika aku bilang aku menyukaimu. Tetapi aku janji untuk tidak lagi membencimu, Senin. Dan aku tahu ini tak akan mudah. Aku mungkin masih akan mengeluhkan betapa cepatnya kau datang kembali.

Tapi, ingatkanlah aku, Senin, bahwa kau adalah pertanda dari awal baru, pintu menuju segala posibilitas yang tak berbatas.


Tertanda,
Orang yang masih mencoba untuk mencintaimu.






Feb 2, 2014

Nonverbal Reply



Hei kamu,
Sebenarnya aku nggak rencana menulis surat kedua ini untuk kamu lagi. Tapi apa daya, inspirasi mampet, dan kamu hari ini pakai tetiba muncul di depan rumah tanpa bilang-bilang.

Hei kamu,
Thanks for dealing with my drama for the past week.Memang beberapa hari ini aku sedang ekstra-sensitif. And I bite when I feel hurt. And I bite hard. But thanks for putting up with me anyways.

Pagi ini aku cuma mengharapkan telepon aja kok, tapi ternyata kamu malah muncul di depan rumah, nggak bilang-bilang, di saat aku belum mandi pula. Yang aku pikirkan saat aku melihatmu di depan pagar, mungkin seputar nggak percaya kamu betul-betul datang. I mean, you said it yourself, you weren't a romantic guy, you couldn't even use 'aku-kamu' up to now when we're into our 10th month.

But I think you have it in you.

Thanks for coming today. Walaupun kamu habis jatuh dari motor tiga hari lalu dan masih lecet-lecet. Walaupun kakimu masih sedikit sakit untuk berjalan. Walaupun mama kamu akan ngomel besok pagi karena kamu sudah naik motor lagi...

Thanks for still wanting to hug me, walaupun aku belum mandi, muka dan rambut masih acak-acakan, dan nggak sewangi biasanya.

Thanks for bringing me heart-shaped chocolates, walaupun kamu nggak ngomong apapun tentang suratku semalam.

Thanks for your nonverbal reply :)


Tangerang, 2 Februari 2014
12:31 AM
Ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta 
Dan untuk kamu, tapi kali ini aku gak akan kasih link ke surat ini ya.
Maaf bahasanya campur-campur :D

Feb 1, 2014

Karena Aku Perempuan




Karena aku perempuan,
Aku perasa. Aku berpikir jauh dan panjang.
Aku cemas, cemburu, bahkan pada pikiranku sendiri.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku kena PMS. Aku overthinking dan (sering kau bilang) ovary-acting.
Aku takut kehilangan. Khawatir dengan hal-hal yang kau anggap tidak penting.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Hatiku bereaksi lebih cepat dari otak.
Perasaanku lebih gesit ketimbang logika.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku ingin dimanja dan disayang.
Ditelepon tanpa alasan.
Digandeng saat berjalan.
Dan segala tetek-bengek yang kau anggap merepotkan.

Tapi, kamu jangan kapok ya.
Jangan kesal atau marah terlalu lama.
Jangan biarkan rasaku--
marah, takut, kesal, sakit.
--bertumpuk dan menjadi dinding diantara kita.

Ingatkan aku akan keegoisanku.
Ingatkan aku khawatirku tak beralasan.
Ingatkan aku untuk mendukungmu dan menyayangimu.
Ingatkan aku bahwa kamu menyayangi aku.

Karena aku perempuan
Yang sedang jatuh cinta.



Tangerang, 1 Februari 2014
1:28 AM.
...dan untuk kamu.
 

Jan 23, 2012

Dari Langit yang Merindukan Bumi

Bumi sayang,

Bagaimana keadaanmu sekarang? Kulihat kau semakin memprihatinkan. Tanahmu makin mengering. Lautmu sudah terkontaminasi. Isi perutmu digali dan dieksploitasi. Manusia yang menginjakmu makin tak tahu balas budi.

Hey, bumi, berapa lama kau bisa bertahan? Pelindungmu terkikis semakin cepat. Matahari makin leluasa menebarkan sinarnya di atasmu. Dan manusia-manusia yang kau lindungi itu--adakah mereka merasa takut? Ya, tentu ada sebagian dari mereka yang menyadari bahaya yang sedang mereka hadapi. Bahkan merka memimpikanku, Bumi. Mereka ingin terbang dan menggapaiku. Mereka ingin lari kepadaku dan meninggalkanmu.

Tapi aku tidak butuh digapai oleh manusia. Kau tahu aku hanya menginginkanmu, Bumi. Aku ingin ada bersamamu saat kau mengerang kesakitan karena ulah mereka. Aku ingin mendekapmu saat amarah dan pilumu tak lagi tebendung. Apa daya, kita terpisah oleh jarak dan ruang yang sebegitu besarnya.

Bumi, apa kau merindukanku? Kalau kau tanya aku, jawabannya jelas, iya. Iya, aku sangat merindukanmu. Karena itu aku menangis, Bumi. Aku menangis, karena aku tak bisa melakukan apapun untukmu. Aku menangis, karena aku hanya bisa melihatmu mati pelan-pelan.

Aku menangis karena aku sangat ingin berada bersamamu.

Karena hanya dengan hujan--air mataku--aku dapat menyentuhmu.


23 Januari, 2012
Yang Hanya Bisa Memandangmu Dari Atas,
Langit



.

.

.

*Terinspirasi dari salah satu episode Bleach, saat Orihime merenungkan bahwa hujan adalah satu-satunya yang menghubungkan langit dengan bumi.
Surat gaje untuk #30HariMenulisSuratCinta..

Jan 22, 2012

Hey, Jynx

Hey, Jynx.

Kadang aku masih melihat bayangmu. Di situ, di depan pintu. Duduk dan memandangku dengan tatapan lucu. Menungguku mengisi tempat makanmu.

Kadang mereka masih terbayang. Wajahmu, saat terakhir mereka tinggalkan. Biar sembuh, dirawat dulu. Siapa sangka itu hari terakhirmu?